Selasa, 02 Juli 2013

Pengantar Komputasi Modern : Wireable Device


Wireable Device merupakan sebuah teknologi elektronik yang canggih yang dibuat untuk memanjakan keinginan manusia yang tidak pernah ada puasnya.  Karena dengan kecanggihan yang semakin berkembang maka teknologi akan maju dan menjadi pesat.

Dan contoh dari wireable device adalah Perangkat wireless merupakan sebuah alat yang kecil, mudah digunakan/dibawa, memiliki kemampuan mengerjakan berbagai tugas, dan dapat tersambung secara nirkabel dengan Internet maupun perangkat lainnya. Contoh Perangkat wireless adalah HP, PDA, dll. Dalam wireless device (Perangkat wireless) biasanya terdapat microbrowser. Microbrowser adalah browser kecil berukuran mini yang dapat berjalan pada perangkat wireless yang memiliki memory dan bandwitch kecil. Saat ini sudah banyak microbrowser, contohnya adalah Opera, Safari, dan Firefox.

Dan dibawah ini menjelaskan beberapa SISTEM WIRELESS :

•Global Positioning Systems (GPS)
Adalah sistem wireless yang menggunakan atau memanfaatkan satelit, memungkinkan pengguna untuk menentukan posisi mereka di mana saja di bumi, didukung oleh 24 satelit bersama di seluruh dunia. GPS adalah  sistem nirkabel yang menggunakan satelit untuk melacak posisi pengguna. Saat ini GPS sudah banyak digunakan pada alat-alat transportasi.

•Internet over Satellite (IOS)
IOS memungkinkan pengguna untuk mengakses Internet melalui satelit GEO, jadi tidak menggunakan modem maupun kabel LAN. Biasanya dipakai pada daerah pedalaman yang belum dijangkau oleh sinyal. Pada IOS dimungkinkan mengalami keterlambatan propagasi atau karena terganggu oleh kondisi lingkungan.

•Transmisi dengan Gelombang Radio.
Ada 3 jenis transmisi menggunakan gelombang radio. Pertama adalah Transmisi radio menggunakan gelombang frekuensi radio untuk mengirim data secara langsung antara pemancar dan penerima. Yaitu gelombang AM dan FM. Kedua adalah transmisi Satellite Radio (radio digital). Suara yang diterima dapat mendekati CD musik berkualitas yang dikirim ke radio dari ruang angkasa. Pada sistem ini pengiriman data dari XM radio satelit menggunakan GEO dan Sirius menggunakan MEO. Pengiriman menggunakan radio digital tidak memiliki banyak gangguan.

•Transmisi dengan Inframerah
Cahaya inframerah adalah sinar merah yang tidak biasa dilihat oleh mata manusia. Infrared digunakan secara umum dalam unit remote control untuk TV, VCR, DVD, CD player. Kekurangan Infrared adalah sering adanya gangguan.

Dari beberapa contoh teknologi wireless diatas, saya akan menjelaskan salah satunya, yaitu Infrared. Infrared dapat dimanfaatkan pada beberapa bidang, yakni kesehatan, komunikasi, keruangan, dan industri.

Di bidang komunikasi, kegunaan inframerah yakni sebagai berikut :

•Adanya kamera tembus pandang yang memanfaatkan sinar inframerah. Sinar inframerah memang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang manusia, namun sinar inframerah tersebut dapat ditangkap oleh kamera digital atau video handycam. Dengan adanya suatu teknologi yang berupa filter iR PF yang berfungi sebagai penerus cahaya inframerah, maka kemampuan kamera atau video tersebut menjadi meningkat. Teknologi ini juga telah diaplikasikan ke kamera handphone
•Untuk pencitraan pandangan seperti nightscoop
•Inframerah digunakan untuk komunikasi jarak dekat, seperti pada remote TV. Gelombang inframerah itu mudah untuk dibuat, harganya relatif murah, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, serta memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterfensi oleh cahaya matahari.
•Sebagai alat komunikasi pengontrol jarak jauh. Inframerah dapat bekerja dengan jarak yang tidak terlalu jauh (kurang lebih 10 meter dan tidak ada penghalang).

Kelebihan inframerah dalam pengiriman data
•Pengiriman data dengan infra merah dapat dilakukan kapan saja, karena pengiriman dengan inframerah tidak membutuhkan sinyal.
•Pengiriman data dengan infra merah dapat dikatakan mudah karena termasuk alat yang sederhana.
•Pengiriman data dari ponsel tidak memakan biaya (gratis)

Kelemahan inframerah dalam pengiriman data
•Pada pengiriman data dengan inframerah, kedua lubang infra merah harus berhadapan satu sama lain. Hal ini agak menyulitkan kita dalam mentransfer data karena caranya yang merepotkan.
•Inframerah sangat berbahaya bagi mata, sehingga jangan sekalipun sorotan infra merah mengenai mata
•Pengiriman data dengan inframerah dapat dikatakan lebih lambat dibandingkan dengan rekannya Bluetooth.


Referensi :

Rabu, 19 Juni 2013

Pengantar Komputasi Modern : Mobile Evolution


Perkembangan dan kemajuan teknologi pada perangkat mobile membutuhkan perkembangan software yang seiring dengan perkembangan hardware yang terdapat pada perangkat mobile seperti perangkat ponsel, tablet, konsol dan juga MP4 / MP3 player.  Saat ini pada perangkat mobile atau yang kemudian dikenal sebagai “gadget” para pengguna/user tidak hanya dapat menggunakan sebuah aplikasi standalone tetapi dengan perangkat mobile pengguna juga dapat menggunakan aplikasi-aplikasi mobile web sama halnya seperti akses web menggunakan sebuah personal computer walaupun dengan beberapa keterbatasan.
Seperti yang sudah kita ketahui di Era saat ini kita sudah merasakan Perkembangan Teknologi yang sangat pesat dan berkembang cepat. Diantaranya salah satu Teknologi Komunikasi yang berkembang ialah Teknologi Komunikasi Mobile, awal mulanya Telepon di temukan oleh Alexander Graham Bell. Hingga saat ini Komunikasi Mobile semakin berkembang, dimulai dengan tahun 1996 merupakan puncak nya perkembangan Komunikasi Mobile seperti Telepon, Pager dan HP. Bagaimana cara kita mendefinisikan dan memahami teknologi mobile tersebut? Ya, dengan kita mengetahui perkembangan yang terjadi pada komunikasi mobile sejak tahun 1978 dengan berdirinya penggunaan AMPS. Hingga EDGE saat ini yang diperkenalkan. Sudah mendefinisikan Teknologi Komunikasi Mobile yang dengan melalui jaringan sinyal tersebut, yang gunanya untuk mengirimkan data- data yang diperlukan dari HP yang disebut Mobile tentunya dengan kecepatan yang semakin besar.

Manfaat komunikasi mobile bagi personal yaitu semakin mempermudah kita untuk berkomunikasi. Tidak hanya melalui pesan singkat atau panggilan saja tetapi juga bisa mengirimkan data berupa audio dan visual dengan lebih baik. Komunikasi mobile juga semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi yang cepat berkat akses internet di tangan. Update informasi terbaru mudah didapat dan diikuti perkembangannya. 48% pengguna internet mengaksesnya melalui mobile phone.Akses yang mudah dan bisa dimana saja membuat masyarakat lebih menyukainya.

Dalam dunia bisnis tentunya akan mempermudah para pebisnis untuk memantau perkembangan bisnisnya baik lokal, nasional, dan internasional. Selain itu, iklan produk mereka akan mudah disebarluaskan kepada masyarakat melalui jaringan internet mobile yang pastinya mudah diakses oleh masyarakat. Di dunia politik, teknologi mobile berperan dalam survey masyarakat, sarana pemilihan non kritis, alat penentuan kebijakan publik.

Generasi telekomunikasi mengalami perkembangan dari 1G hingga 4G :
--- 1G
 Adalah Teknologi Seluler Generasi yang Pertama. Teknologi ini menandai awal dimulainya industri -industri telekomunikasi di dunia. Saat itu, ditandai oleh buruknya sambungan, rendahnya tingkat keamanan serta kapasitas yang masih rendah. Dari sinilah awal mula ponsel berteknologi canggih “lahir” dan bermunculan.

--- 2G
Adalah Teknologi Seluler Generasi Kedua. Teknologi yang dibuat sebagai penerus dari 1G ini masih tetap digunakan di berbagai belahan dunia, sampai saat ini. Teknologi 2G memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan juga tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi. Pada era ini, dimulailah masa pengiriman pesan singkat (SMS), walau terbatas hanya dalam hal komunikasi data.
--- 2.5G
Teknologi ini merupakan masa transisi yang ada setelah teknologi 2G dan sebelum beranjak ke teknologi 3G. Teknologi ini memberikan kapasitas transmisi data yang tentunya jaug lebih besar. Pada masa ini juga, mulai dikenal layanan - layanan data yang berbasis pada GPRS (General Packet Radio Service). Pada era ini, kecepatan transmisi/ akses data mencapai hingga 56 kbps - 115 kbps.
--- 2.75G
Teknologi ini juga merupakan teknologi transisi setelah dibuatnya teknologi 2.5G dan sebelum beranjak ke teknologi 3G. Teknologi ini memberikan kapasitas transmisi data yang jauh lebih besar. Pada era ini juga, mulai dibuatnya layanan data dengan berbasis EDGE. Pada era ini, kecepatan akses dan transmisi data mencapai hingga 236.8 kbps.
--- 3G
Teknologi ini pertama kali dikemukakan di Jepang pada tahun 2001. Teknologi ini memberikan kapasitas transmisi data yang semakin tinggi, sehingga teknologi ini dapat digunakan untuk video conference, selain itu juga untuk akses internet berkecepatan tinggi, download konten seperti gambar, lagu, dan video, hingga melakukan streaming baik audio maupun video. Pada era ini juga, kecepatan akses data meningkat hingga mencapai 384 Kbps - 2 Mbps.
--- 3.5G
Teknologi ini merupakan teknologi transisi sebelum beranjak ke teknologi 4G. Pada era ini, kecepatan akses data mencapai hingga 14 Mbps untuk Download dan 5.8 Mbps untuk upload. Teknologi transfer data yang digunakan adalah teknologi HSPA+.
--- 4G
Teknologi ini merupakan penerus dari teknologi 3G. Teknologi ini, memberikan layanan yang amat  lengkap dan juga aman dengan berbasis IP (Internet Protocol) secara penuh misalnya akses internet berkecepatan up to 100 Mbps, layanan bermain game online, dan juga multimedia streaming. Ada 2 sub-kategori teknologi di era 4G. Yang pertama merupakan kelanjutan dari teknologi 3G, yaitu teknologi yang dinamakan LTE (Long Term Evolution). Yang kedua adalah pengembangan dari teknologi WiFi, yaitu teknologi WiMax.
Referensi :

Selasa, 07 Mei 2013

Pengantar Komputasi Modern : Cloud Computing

Cloud Computing adalah suatu istilah yang banyak digunakan oleh Industi IT yang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Namun pada intinya Cloud Computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari satu penyedia layanan publik.

Cloud Computing adalah suatu istilah yang banyak digunakan oleh Industi IT yang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Namun pada intinya cloud computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari penyedia layanan public cloud.

Perkembangan Cloud Computing
Cloud computing telah berkembang sejak tahun enam puluhan berdampingan dengan perkembangan internet dan web. Internet lebih cepat berkembang karena perkembangan bandwidth yang semakin besar. Perkembangan internet inilah yang menjadi pendorong berkembangnya teknologi cloud computing

Cloud computing merupakan sebuah metode komputasi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis internet.Contohnya, jika sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Costumer Relationship Management). Kenapa perusahaan itu harus membeli aplikasi itu, membeli hardware buat server dan harus menyewa tenaga ahli TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi itu?

Dalam contoh di atas, perusahaan Microsoft telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat langsung digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan tadi. Perusahaan yang membutuhkan itu tinggal menghubungi perusahaan Microsoft untuk menyambungkan perusahaannya (dalam hal ini melalui internet) dengan aplikasi CRM & tinggal memakainya. Dan pembayaran dilakukan per bulan, per triwulan, per semester, per tahun atau sesuai kontrak yang dibuat. Jadi, perusahaan yang membutuhkan aplikasi CRM tadi, tidak perlu melakukan investasi awal untuk pembelian hardware server dan tenaga ahli TI. Itulah salah satu manfaat dari cloud computing yang dapat menghemat anggaran suatu perusahaan.

Untuk ilustrasinya, cloud computing digambarkan seperti ini:

Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet. Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud computing.

Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu:

  1. Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network.

  1. Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain.

  1. Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0.

            Para investor sedang mencoba untuk mengeksplorasi adopsi teknologi cloud computing untuk dijadikan bisnis seperti Google dan Amazon yang sudah punya penawaran khusus pada teknologi cloud. Dan juga Microsoft dan IBM tidak mau kalah dalam hal ini, mereka juga sudah menginvestasikan jutaan dolar untuk hal ini.
Bisa dipastikan ke depannya cloud computing ini akan menjadi sebuah trend, standar teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari layanan cloud.

Kelebihan Cloud Computing
  1. Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  2. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  4. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  5. Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.



Referensi :

http://ilhamsk.com/apa-itu-cloud-computing/   (Tanggal akses  06 Mei 2013)

Kamis, 25 April 2013

Pengantar Sistem Terdistribusi : Name Service

Pendahuluan
Name Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan objek, tugasnya untuk me-resolve nama.
Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang memerlukan:
􀂃 Nama resource (untuk pemanggilan),
􀂃 Alamat (lokasi resource tsb),
􀂃 Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb).
Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.
Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:
– URL untuk mengakses suatu halaman web.
– Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.
Name Resolution, Binding, Attributes
􀂊 Name resolution:
– Nama ditranslasikan ke data ttg resource/object tsb.
􀂊 Binding:
– Asosiasi antara nama & obyek.
– Biasanya nama diikat (bound) ke attributes dr suatu obyek.
􀂊 Address: atribut kunci dari sebuah entitas dalam sistem terdistribusi
􀂊 Attribute: nilai suatu object property.


Referensi :
arfriandi.net/wp-content/uploads/2012/12/6_Name-Service.pdf
http://wiwied.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9040/Name+Service.doc
http://te.ugm.ac.id/~risanuri/distributed/ringk/bab09.pdf

Rabu, 10 April 2013

Pengantar Sistem Terdistribusi : Agent (Mobile Agent)



11.      SEJARAH DAN LATAR BELAKANG SOFTWARE AGENT


Sistem terdistribusi adalah sebuah sistem yang memiliki komponen-komponen pendukung dan tergabung dalam sebuah jaringan komputer. Komputer-komputer tersebut berkomunikasi satu sama lain dengan jalan pengiriman pesan. Sistem terdistribusi tersebut meliputi internet, intranet, dan mobile computing.
Komputer-komputer dalam sebuah jaringan dapat terletak dalam lokasi yang berjauhan. Hubungan antara komputer-komputer tersebut dapat dijalin dengan komunikasi nirkabel. Sebuah jaringan pun juga dapat terdiri atas komputer-komputer dalam sebuah ruangan yang tentunya dapat berkomunikasi dengan lebih baik daripada yang berjauhan. Sistem terdistribusi tersebut memiliki konsekuensi berikut.
Konkurensi
Dalam jaringan komputer, proses eksekusi program harus berjalan secara konkuren. Setiap komputer dapat melakukan pekerjaannya masing-masing tanpa terjadi konflik di antaranya. Antarkomputer juga dapat melakukan file sharing dengan sistem ini. Sistem dapat melakukan hal ini dengan lebih baik lagi apabila sistem itu menambah sesumber lagi, seperti penambahan komputer dalam jaringan. Penambahan komputer ini dapat meningkatkan kapasitas sistem dalam file sharing. Maka, diperlukan koordinasi konkurensi program yang mengeksekusi program sharing tersebut dalam sistem ini.
Tiadanya clock global
Dalam sebuah sistem terdistribusi, komputer memiliki clock masing-masing. Maka, diperlukan sebuah sistem koordinasi agar tidak terjadi konflik clock antarkomputer tersebut. Saat program membutuhkan koordinasi antarkomputer, dilakukan proses pertukaran pesan antarkomputer. Koordinasi antarkomputer yang dibutuhkan itu, tergantung pada waktu di saat program itu dijalankan.
Kegagalan Independen
Semua sistem komputer dapat mengalami kegagalan dan hal tersebut merupakan tanggung jawab pembuat sistem untuk memecahkannya. Begitu juga dengan sistem terdistribusi yang dapat mengalami kegagalan dengan berbagai cara. Kesalahan dalam jaringan bisa saja membuat komputer terisolasi, meski hal tersebut tidak berarti bahwa komputer itu tidak dapat beroperasi. Kesalahan yang terjadi dalam sistem ini dapat menyebabkan sistem berjalan lebih lambat. Kesalahan dalam sistem itu pun bisa jadi kesalahan independen setiap komputer atau bahkan hanya sebagian kecil komponen komputer.
Menurut Nwana, konsep agent sudah dikenal lama dalam bidang AI, tepatnya dikenalkan oleh seorang peneliti bernama Carl Hewitt dengan concurrent actor model-nya pada tahun 1977. Dalam modelnya Hewitt mengemukakan teori tentang suatu obyek yang yang dia sebut actor, yang mempunyai karakteristik menguasai dirinya sendiri, interaktif, dan bisa merespon pesan yang datang dari lain obyek sejenis. Dari berbagai penelitian berhubungan dengan hal diatas, kemudian lahirlah cabang ilmu besar yang merupakan turunan dari AI yaitu Distributed Artificial Intelligence (DAI), yang antara lain membawahi bidang penelitian, Distributed Problem Solving (DPS), Parallel Artificial Intelligence (PAI), dan Multi Agent System (MAS).
Masa ini terkenal dengan masa generasi pertama penelitian software agent, yaitu periode 1970-1990. Pada umumnya konsentrasi penelitian pada periode ini tertuju ke arah: pemodelan internal agent secara simbolik, isu-isu makro mengenai interaksi, koordinasi, dan komunikasi antar agent dalam kerangka MAS. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisa, mendesain, dan mengintegrasikan system dalam kerangka agent yang bisa berkolaborasi satu dengan yang lain. Berbagai macam penelitian yang dilakukan pada generasi pertama (1970-1990) itu terangkum secara lengkap dan terorganisir dengan baik dalam buku-buku yang dieditori oleh Bond dan Gasser, Gasser dan Huns, dan Chaib-draa.
Kemudian masa generasi kedua dari penelitian agent adalah periode tahun 1990 sampai saat ini. Konsentrasi penelitian pada periode ini khususnya adalah pada: pengembangan dan penelitian teori agent (agent theory), arsitektur agent (agent architecture) dan bahasa pemrograman yang digunakan (agent language). Terangkum dengan baik dalam buku-buku dan makalah-makalah oleh Wooldridge dan Jennings.

Referensi :